NOTA PENGANTAR 2 RAPERDA, DISAMPAIKAN WAKIL BUPATI YUSUF DIDEPAN DEWAN

BANYUWANGI – Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyampaikan nota pengantar bupati atas diajukannya dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna kembali digelar di gedung DPRD Banyuwangi, Senin (9/3).

Dua Raperda tersebut adalah Raperda tentang fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GNPN). Kedua, Raperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah Kabupaten Banyuwangi nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Banyuwangi.

Wabup Yusuf mengatakan, kedua Raperda tersebut penting untuk segera disahkan. “Kedua Raperda ini penting untuk  segera disahkan, guna mendukung efektifitas dan optimalisasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wabup.

Wabup lantas menjelaskan, Raperda tentang fasilitasi P4GNPN disusun untuk menekan penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di Banyuwangi. Raperda ini, lanjut Wabup, juga memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum bagi  pecandu,  korban penyalahgunaan narkotika, maupun  prekursor narkotika. Di dalamnya dibahas tentang pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial untuk mereka.

“Raperda  fasilitasi P4GNPN ini dibuat untuk membebaskan lingkungan masyarakat  dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujar Yusuf.  “Raperda ini juga sebagai landasan hukum untuk mendukung pendirian Badan Narkotika Nasonal Kabupaten (BNNK) di  Banyuwangi. Mengingat banyak sekali penyelundupan narkotika melalui laut, keberadaan BNNK ini sangat diperlukan, karena daerah kita dalah pintu masuk Jawa dari Bali,” imbuhnya.

Selanjutnya, Wabup juga menjalaskan terkait Raperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah Kabupaten Banyuwangi nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Wabup,  perubahan Raperda ini akan memberikan kewenangan yang bersifat otonom kepada direktur rumah sakit.  “Dengan diatur demikian, kami harap ke depan rumah sakit daerah bisa memberikan layanan secara lebih profesional,” pungkasnya.[banyuwangikab].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

BANDARA BANYUWANGI KEMBALI DITUTUP, 7 PENERBANGAN TERIMBAS

Banyuwangi – Bandara Banyuwangi kembali menutup sementara penerbangan ke berbagai kota. Namun dua penebangan Citilink sudah dilakukan dari Surabaya dan ke Denpasar. Penutupan Bandara Banyuwangi berdasar NOTAMN B0192/21. Bandara ditutup sementara selama 6 jam, mulai 08.37 Wib – 14.37 WIB, Senin (8/2/2021). Hal itu disampaikan Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II KC Bandara […]

SIM KELILING, MANGKAL DI KANTOR CAMAT WONGSOREJO TIAP HARI RABU

WONGSOREJO – Bertempat di halaman kantor kecamatan Wongsorejo, saat ini, Rabu, (3/2/2021), pagi. Dilaksanakan kegiatan pelayanan perpanjangan SIM On line, SIM A dan SIM C oleh SATPAS Banyuwangi. ” Bagi masyarakat yang akan memperpanjang SIM, wajib membawa SIM yang lama dan fotocopi e-KTP “. Kata Baursim SATPAS Banyuwangi, Bripka Putu Yuli, melalui Aiptu Eko Supriyo. […]