NELAYAN GUNAKAN BOM IKAN DI SEKITAR PULAU TABUHAN, DISEBUT BERDAYA LEDAK TINGGI

WONGSOREJO – Pemosting video sekaligus Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Herawanto menyebut nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom ikan (bondet) di Pulau Tabuhan Banyuwangi disebut memiliki daya ledak tinggi. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/2) sore.

Dirinya bersama 25 orang pengelola taman baca di Banyuwangi dan beberapa orang dari luar daerah saat itu tengah melakukan kemah di Pulau Tabuhan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo sekitar pukul 16.30 Wib.

 

“Beberapa menit setelah tenda terpasang kami tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakan besar. Daya ledaknya tinggi karena dentumannya besar. Jaraknya dari camp itu sekitar 100 sampai 200 meter lah dari tenda kami,” kata Tunggul saat dikonfirmasi via seluler, Senin (24/2/2020).

 

Kejadian ledakan bom ikan tersebut, kata Tunggul, terjadi sekitar pukul 17.00 Wib. “Jadi saya dan teman-teman kaget melihat kok ada bom akhirnya dengan spontan teman-teman relawan mengambil dokumentasi tersebut supaya bisa menjadi bukti. Bom ikan itu meledak tiga kali. Yang pertama dentumannya lebih besar dari kedua dan ketiga ledakan,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak mengetahui darimana asal nelayan yang melakukan pengeboman tersebut. Namun terkait lokasi, kata dia, dipastikan berada di kawasan Pulau Tabuhan. Menurutnya, saat peristiwa pengeboman ikan terjadi terdapat sekitar 6 atau 7 kapal nelayan di kawasan perairan yang berada di Selat Bali itu. “Untuk jumlah persisnya berapa kapal bisa dihitung lagi di video, sekitar 6 atau 7 kalau nggak salah,” sebutnya.

Sementara itu, lanjutnya, ada beberapa kapal nelayan pencari ikan lainnya pada saat kejadian. Namun, tidak semua kapal yang ada pada saat itu di dokumentasikan secara video. “Yang tidak terekam kamera juga banyak di sekeliling itu, ada beberapa kapal nelayan. Ada yang di pesisir ada yang di timur, ada yang di selatan. Jadi tidak semua terekam,” tandasnya.

Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Banyuwangi kini tengah menyelidiki pengeboman ikan oleh nelayan yang videonya menjadi viral di media sosial (medsos) Facebook dan WhatsApp (WA). Video yang diunggah akun Facebook, Rumah Literasi Indonesia pada Minggu (23/2) pukul 22.03 Wib itu dikomentari 148 netizen. Disukai 161 akun lainnya, serta dibagikan sebanyak 315 kali hingga pukul 9.52 Wib, Senin (24/2/2020).[dilansirdarijatimnow].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

BANDARA BANYUWANGI KEMBALI DITUTUP, 7 PENERBANGAN TERIMBAS

Banyuwangi – Bandara Banyuwangi kembali menutup sementara penerbangan ke berbagai kota. Namun dua penebangan Citilink sudah dilakukan dari Surabaya dan ke Denpasar. Penutupan Bandara Banyuwangi berdasar NOTAMN B0192/21. Bandara ditutup sementara selama 6 jam, mulai 08.37 Wib – 14.37 WIB, Senin (8/2/2021). Hal itu disampaikan Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II KC Bandara […]

SIM KELILING, MANGKAL DI KANTOR CAMAT WONGSOREJO TIAP HARI RABU

WONGSOREJO – Bertempat di halaman kantor kecamatan Wongsorejo, saat ini, Rabu, (3/2/2021), pagi. Dilaksanakan kegiatan pelayanan perpanjangan SIM On line, SIM A dan SIM C oleh SATPAS Banyuwangi. ” Bagi masyarakat yang akan memperpanjang SIM, wajib membawa SIM yang lama dan fotocopi e-KTP “. Kata Baursim SATPAS Banyuwangi, Bripka Putu Yuli, melalui Aiptu Eko Supriyo. […]