Operasikan Tambang Emas di Banyuwangi, BSI Tetap Patuhi Aturan

OPERASIKAN TAMBANG EMAS DI BANYUWANGI, BSI TETAP PATUHI ATURAN

PESANGGARAN – Dalam mengoperasikan penambangan emas di Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI) mengaku telah memenuhi dan menjalankan ketetapan Undang-undang dan peraturan terkait.

Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk itu mengoperasikan tambang emas di Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

“Ini adalah upaya kami dalam rangka mewujudkan visi perusahaan menjadi perusahaan berstandar internasional,” kata Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono, Kamis (20/2/2020).

Kegiatan penambangan PT BSI, telah berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi tertanggal 9 Juli 2012 yang dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi Nomor 188/547/KEP/429.011/2012 dengan area operasi seluas 4.998 hektar adalah sah.

Selain itu, lanjutnya, juga telah melalui persetujuan atas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Nomor P2T/5/17.05/01/III/2014 yang diterbitkan pada 3 Maret 2014.

“Tidak semua (area operasi) kita buka untuk kegiatan penambangan. Sisanya tetap dibiarkan hutan,” ujarnya.

Operasi tambang emas yang dijalankan PT BSI di tahun 2016, status Tumpang Pitu ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Surat Keputusan Menteri No.651/K/30/MEM/2016.

Ditambah, PT BSI menerima persetujuan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dengan luas area 194.72 hektar dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Selanjutnya, perusahaan juga menerima persetujuan IPPKH dengan luas sisa area sebesar 794 hektar melalui Surat Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal nomor 18/1/IPPKH/PMDN/2016.

IPPKH itu, Sudarmono menjelaskan, adalah izin yang diberikan untuk menggunakan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan.

Hingga di tahun 2020, PT BSI juga telah menjalankan salah satu tanggung jawab perusahaan, yakni mereklamasi lahan penambangan yang seluas 42,8 hektar.

“Untuk lahan terbuka yang tidak digunakan langsung direklamasi secara progresif. Tidak menunggu tambang ini tutup,” tandas Sudarmono. (Advjatimnowbanyuwangi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Bupati dan Wabup Banyuwangi Ikuti Peringatan Harkitnas Virtual

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Sugirah mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 113 secara virtual dari Banyuwangi, Kamis pagi (20/5/2021). Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan, Palaksa Lanal Banyuwangi Mayor Laut (T) Hari Handoko, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, SH, SIK, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Nova Flory Bunda, […]

Wabup Banyuwangi Sugirah, Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Lansia

BANYUWANGI – Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah meninjau pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi warga lanjut usia (lansia). di Balai Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Rabu (19/5/2021). Banyuwangi menargetkan vaksinasi untuk lansia tuntas akhir Juni tahun ini. 150 ribu lansia sebagai sasaran vaksin covid 19. yang pelaksanaannya dilakukan secara serentak oleh 45 puskesmas, dimulai sejak Senin (17/5/2021). […]