Bulan Vitamin A, Ketua PKK Banyuwangi Dani Azwar Anas Ajak Orang Tua Bawa Balita ke Posyandu

“Ibu-ibu, setiap Februari dan Agustus adalah bulan Vitamin A bagi balita. Ibu-ibu yang punya balita jangan lupa ya segera bawa putra-putrinya ke puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan kapsul vitamin A secara gratis. Jangan sampai lupa ya ibu-ibu, karena vitamin A ini sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak kita,” kata Dhani Azwar Anas saat melakukan sosialisasi pemberian vitamin A di Posyandu Tongkol di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi, Kamis (20/2/2020).

Di hadapan ibu-ibu yang hadir, Dhani Azwar Anas menjelaskan, masa balita merupakan masa yang paling penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini diperlukan vitamin A dalam jumlah yang cukup.

Pemberian vitamin A ini, lanjut dia, bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, mengurangi risiko kelainan pada mata, serta mencegah kebutaan. Vitamin A juga meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit dan infeksi. Seperti, campak, diare, dan infeksi saluran pencernaan akut.

“Selain itu, vitamin A juga bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan anak. Sehingga mencegah anak menjadi stunting. Ibu-ibu tidak mau kan anaknya stunting? Maka ingatkan juga para orang tua yang lain agar segera membawa balitanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan kapsul ini,” ujar Ny. Dhani.

Sosialisasi telah digelar selama dua pekan. Dani langsung turun ke sejumlah taman posyandu di Banyuwangi, dimulai sejak Senin (17/2/2020). Di antaranya, di taman posyandu Melati Gombengsari, Kecamatan Kalipuro; posyandu Nysa Indah Benculuk, Kecamatan Cluring; dan posyandu Melati di Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Sosialisasi tersebut juga melibatkan kader PKK dan para orang tua di lingkungan setempat.

“Kami telah meminta seluruh kader PKK dan posyandu untuk aktif melakukan sosialisasi dan mengajak warga sekitar untuk menyukseskan program ini. Kesehatan balita adalah investasi bagi SDM kita di masa depan,” kata Dani.

Ditambahkan dia, selain untuk balita, vitamin A juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui. Kapsul vitamin A sendiri terdiri dari dua jenis, yakni kapsul biru dan merah.

“Kapsul biru untuk bayi usia enam hingga 11 bulan, sedangkan kapsul merah untuk balita usia 12 – 59 bulan, ibu nifas, juga ibu menyusui,” ujarnya.

Lewat sosialisasi maraton seperti ini, Ny. Dhani berharap cakupan pemberian vitamin A di Banyuwangi bisa sesuai target. Sehingga anak-anak Banyuwangi tumbuh menjadi anak yang berkualitas dan bebas stunting.

“Pemberian vitamin A merupakan bagian dari upaya membangun SDM yang mumpuni. Dengan rutin mendapat vitamin A setiap Februari dan Agustus, diharapkan nantinya anak-anak di Banyuwangi tumbuh menjadi insan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menambahkan, pihaknya terus menyosialisasikan program pemberian vitamin A bagi balita ini. Termasuk juga menyosialisasikan tentang gizi yang berimbang bagi balita.

“Selama diberikan (vitamin A) berkelanjutan dengan waktu yang terjadwal, maka anak-anak juga terkontrol. Mulai dari timbangan, pemberian suplemen, makanan juga bervariatif ini sebagai upaya dari pemerintah,” ujarnya. (banyuwangikab.go.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Banyuwangi Festival Digelar Kembali, Diawali Hanya 12 Event Kini 102 di 2021

BANYUWANGI – Banyuwangi Festival (B-Fest) telah menjadi ikon atraksi pariwisata bagi kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa itu.  Pada tahun ini, pemkab kembali menggelar ratusan event yang terangkai dalam kalender wisata yang sudah tidak asing di telinga publik nasional. Cikal bakal B-Fest diawali dari ide seorang Abdullah Azwar Anas. Satu tahun menjabat bupati, pada 2011 […]

MASYARAKAT BANYUWANGI DIIMBAU WASPADAI DEBU VULKANIK

Banyuwangi – Terkait sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Raung, Pemkab Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bila terpaksa keluar rumah, diimbau tegas untuk mengenakan masker dan penutup wajah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono mengatakan, debu vulkanis membawa berbagai material yang sangat berbahaya bagi kesehatan.Debu tersebut mengandung sejumlah partikel […]